It does not matter how slow you go so long as you do not stop

 

AVIAN INFECTIOUS BRONCHITIS (IBV)

Disebabkan oleh coronavirus infectious bronchitis virus (IBV). Virus ini termasuk ke dalam genus Coronavirus menyebabkan IBV pada avian dan kalkun, sedangkan pada mammalian, dapat disebabkan oleh virus grup 1,2, dan 4 (yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS)). Famili termasuk ke dalam Coronaviridae

Ciri-ciri        : tidak bersegmen, positif-sense, genome RNA single standar

Rute penularan

Aair borne, kontak langsung, tidak langsung (melalui material packing telur, manur, fertilizer, dll). Infeksi pada daging dan telur terutama pada ayam masa pertumbuhan. Gejala klnis yang muncul diantaranya produksi telur menurun, beberapa ada yang nephropathogenic (nefritis interstitialis), gejala respirasi, airsacculitis, telur jelek (cangkang tipis, kelainan pigmentasi cangkang)

Sampling 

Sampling berdasarkan gejala klinis. Gejala respiratori akut dapat diambil swab dari traktus respirasi atas atau trakea, jarungan paru-paru. Media transport diberi penicillin (10.000 IU/ml) dan streptomycin (10 mg/ml)  dan diletakkan pada media transport ice box, kemudian disimpan ke dalam freezer secepat mungkin. Sampel darah dapat digunakan untuk tes serologi. Virus yang recovery banyak ditemukan pada seka tonsil dan feses namun ditemukan pada infeksi yang sudah lama.

Kultur

uspensi jaringan dimasukkan ke dalam phosphate buffered saline (PBS) atau nutrient broth (10-20% w/v) untuk inokulasi SPF dan TOCs. Suspensi disentrifugasi low speed dan difiltrasi dg bacteriology filters (0.2 ul) sebelum diinokulasi.

isolate dari mukosa trakea (sering berhasil). Beberapa kadang didapat dari ginjal, oviduk, seka tonsil, atau proventrikulus. Isolat virus diinokulasi ke specific pathogen free (SPF) embryos  umur 9-11 hari atau tracheal organ cultures (TOCs) pada embrio umur 20 hari. SPF diinokulasi pada ruang alantois, tidak ada aglutinasi sel darah, embrio akan curling, distrofi ke bawah, terdapat deposit urat pada mesonefros ginjal. Isolasi pada TOCs menunjukkan adanya produksi IBV statis pada silia trakea. 

Diagnosa  

Isolasi virus adalah pada asam nukleat dari flock yang terkena. Isolasi virus diidentifikasi dengan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan genotip IBV. Haemaghlutination inhibition (HI) tes untuk menentukan serotype, dan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) untuk monitoring general.
Tes serologi    : kit ELISA untuk monitoring respon dari serum antibody. Tes HI digunakan untuk identifikasi serotype virus, karena infeksi multiple, vaksinasi, serum br… Because of multiple infections and vaccinations, the sera of breeders and layers contain cross-reactive antibodies and the results of HI testing cannot be used with a high degree of confidence.

Vaksin        

serum antibody (lebih bagus), untuk yang penyebaran luas digunakan vaksin hidup yang dilemahkan digunakan pada embrio aya, yang sedang dikandang hangat, membuat imunitas local dari traktus respirasi yang lebih bagus daripada vaksin inaktif. Vaksin inaktif memiliki tingkat proteksi yang lemah apabila digunakan hanya single inokulasi. Biasanya kedua tipe vaksin ini dikombinasi dengan vaksin ND.

AVIAN INFECTIOUS BRONCHITIS (IBV)

Disebabkan oleh coronavirus infectious bronchitis virus (IBV). Virus ini termasuk ke dalam genus Coronavirus menyebabkan IBV pada avian dan kalkun, sedangkan pada mammalian, dapat disebabkan oleh virus grup 1,2, dan 4 (yang menyebabkan severe acute respiratory syndrome (SARS)). Famili termasuk ke dalam Coronaviridae

Ciri-ciri        : tidak bersegmen, positif-sense, genome RNA single standar

Rute penularan

Aair borne, kontak langsung, tidak langsung (melalui material packing telur, manur, fertilizer, dll). Infeksi pada daging dan telur terutama pada ayam masa pertumbuhan. Gejala klnis yang muncul diantaranya produksi telur menurun, beberapa ada yang nephropathogenic (nefritis interstitialis), gejala respirasi, airsacculitis, telur jelek (cangkang tipis, kelainan pigmentasi cangkang)

Sampling 

Sampling berdasarkan gejala klinis. Gejala respiratori akut dapat diambil swab dari traktus respirasi atas atau trakea, jarungan paru-paru. Media transport diberi penicillin (10.000 IU/ml) dan streptomycin (10 mg/ml)  dan diletakkan pada media transport ice box, kemudian disimpan ke dalam freezer secepat mungkin. Sampel darah dapat digunakan untuk tes serologi. Virus yang recovery banyak ditemukan pada seka tonsil dan feses namun ditemukan pada infeksi yang sudah lama.

Kultur

uspensi jaringan dimasukkan ke dalam phosphate buffered saline (PBS) atau nutrient broth (10-20% w/v) untuk inokulasi SPF dan TOCs. Suspensi disentrifugasi low speed dan difiltrasi dg bacteriology filters (0.2 ul) sebelum diinokulasi.

isolate dari mukosa trakea (sering berhasil). Beberapa kadang didapat dari ginjal, oviduk, seka tonsil, atau proventrikulus. Isolat virus diinokulasi ke specific pathogen free (SPF) embryos  umur 9-11 hari atau tracheal organ cultures (TOCs) pada embrio umur 20 hari. SPF diinokulasi pada ruang alantois, tidak ada aglutinasi sel darah, embrio akan curling, distrofi ke bawah, terdapat deposit urat pada mesonefros ginjal. Isolasi pada TOCs menunjukkan adanya produksi IBV statis pada silia trakea.

Diagnosa  

Isolasi virus adalah pada asam nukleat dari flock yang terkena. Isolasi virus diidentifikasi dengan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan genotip IBV. Haemaghlutination inhibition (HI) tes untuk menentukan serotype, dan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) untuk monitoring general.
Tes serologi    : kit ELISA untuk monitoring respon dari serum antibody. Tes HI digunakan untuk identifikasi serotype virus, karena infeksi multiple, vaksinasi, serum br… Because of multiple infections and vaccinations, the sera of breeders and layers contain cross-reactive antibodies and the results of HI testing cannot be used with a high degree of confidence.

Vaksin        

serum antibody (lebih bagus), untuk yang penyebaran luas digunakan vaksin hidup yang dilemahkan digunakan pada embrio aya, yang sedang dikandang hangat, membuat imunitas local dari traktus respirasi yang lebih bagus daripada vaksin inaktif. Vaksin inaktif memiliki tingkat proteksi yang lemah apabila digunakan hanya single inokulasi. Biasanya kedua tipe vaksin ini dikombinasi dengan vaksin ND.

  1. rahmahf08 posted this